Resiko Jadi Agen BRILINK


Bagi anda yang akan menjadi agen BRI Link dan anda sudah mengetahui apasaja keuntungan yang didapatkan menjadi agen, sebaiknya anda jangan terlena karena keuntungan. Memang semua usaha yang diharapkan adalah keuntungan. Namun sebenarnya setiap usaha juga memiliki resiko, berikut kami jelaskan beberapa resiko menjadi agen BRI Link.

Pertama, adanya denda penalti. Setiap orang yang akan menjadi agen BRI Link tentunya akan melakukan perjanjian kesepakatan dengan pihak Bank salah satunya adalah apabila usaha agen ini sudah berjalan selama 7 bulan dan belum memenuhi target transaksi maka agen akan mendapatkan denda sebesar  1000 x kekurangan tramsaksi/bulan. Agar anda tidak mendapatkan penalti maka anda harus mendapatkan 200 transaksi/bulan

Kedua, gagal melakukan transaksi. Semua orang berharap ketika menjalankan suatu usaha akan selalu berjalan dengan lancar, namun ingat bahwa setiap transaksi perbankan dijalankan berdasarkan jaringan dan jaringan ini tidak selalu stabil sama seperti jaringan internet yang terkadang lancar dan kadang juga lemot.  Jaringan perbankan bisa saja down yang diakibatkan oleh cuaca atau yang lainnya.Hal seperti ini tentu saja menjadi kerugian bagi agen karena tidak dapat melakukn transaksi. 
Resiko yang lebih besar karena jaringan down adalah ketika sedang melakukan transaksi namun gagal tetapi kenyataanny saldo tetap terpotong dan uang tidak masuk ke rekening tujuan. Hal seperti ini tidak perlu anda khawatirkan karena uanganda tidak akan hilang, namun nda harus mengurusnya ke bank maksimal 14 hari dari gagalnya transaksi. Jika sudah anda urus maka saldo anda akan kembali.

Ketiga, nasabah komplain. Segala transaksi di BRI Link pastinya berkaitan dengan uang. Banyak nasabah yang melakukan protes ketika sudah melakukan transaksi namun uang tidak masuk atau pending. Biasanya nasabah komplain karena takut uangnya tidak masuk dan kan hilang, namun sebenarnya ini dapat teratasi. 

Keempat, Fee yang didapat rendah. Rendahnya fee yang didapat bisa saja karena salah satu pihak tidak sesuai dengan kesepakatan. Misalnya diperjanjian awal Anda akan mendapatkan fee yang besar, namun pada saat pembagian fee justru mendapatkan fee ang kecil.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel