Resiko usaha kuliner itu bangkrut dan Sepi Masalahnya cuma 3 ini

Resiko usaha kuliner (foto pandagila.com)
Punya usaha kuliner atau bisnis makanan memiliki resiko yang sangat sederhana, sering kita bertanya atau mengeluh jika dahulu usaha kita ramai dan omset lancar kenapa sekarang tidak lagi? Resiko usaha kuliner disebabkan oleh faktor kecil. Kita coba ulas sebagai pengetahuan bersama agar memberi manfaat untuk para pelaku usaha kuliner di Indonesia.

Usaha kuliner sejatinya adalah bisnis yang cukup menggiurkan, istilahnya bisnis ini menyangkut urusan perut tentu siapapun akan mampir atau menjadi pelanggan kita. Jika dilihat dari aspek dasar atau hakikatnya, usaha makanan itu harus bersih dan harga nya wajar.

Resiko Usaha Kuliner

Namanya usaha makanan, tentu orang yang beli akan memakan apa yang kita sajikan. Makanan tersebut sejatinya harus dipertanggung jawabkan. Kenapa ada usaha kuliner mengalami kebangkrutan atau sepi pembeli? Berikut ulasannya

1. Makanan Jorok

Usaha kuliner paling berat tantangannya adalah soal kebersihan. Bukan berarti tempatnya harus bagus atau mewah. Kalau tidak bersih alias jorok pelanggan pasti tidak sudi lagi. Kenapa ada usaha kuliner di pinggir jalan ramai pembeli dibanding yang usahanya di ruko mewah? Masalah kebersihan makanan yang di saji itulah penyebab nya.

Contoh makanan yang jorok, masakan ayam banyak bulu kurang dibersihkan ini kesannya jorok. Dan ada juga hidangan kuliner terdapat kecoa, lalat, atau serangga. Kadang pula terdapat rambut didalamnya. Jika sudah seperti itu wajar usaha kuliner kita sepi.

2. Faktor Harga

Harga makanan umumnya sama, jika usaha kuliner kita lebih mahal dari rata - rata maka pelanggan akan sungkan membeli apalagi disekitar usaha kita ada yang buka juga.

3. Letak Usaha

Lokasi usaha kuliner memang idelanya di pinggir jalan, walaupun saat ini sudah dijangkau oleh Gojek / Grab. Adakalanya disaat tertentu lokasi usaha kuliner sangat menentukan omset. Lokasi yang strategis dapat menjangkau pelanggan lebih cepat dibandingkan usaha yang masuk gang atau area sepi.

Target posisi usaha di tempat keramaian meski sewa lahan/ ruko sedikit mahal. Itulah resiko usaha kuliner yang bisa di siasati. Yang jelas masalah resiko utamanya ditinggal pelanggan / sepi jika jorok tidak memperhatikan kebersihan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel