Karena 6 Hal, ini Resiko usaha pangkas Rambut Sepi di tinggal Pelanggan

Hukum bisnis jasa itu tidak bisa terlalu jumawa, merasa paling baik yang berakibat buruk bagi usaha yang sedang dijalankan. 

Contoh nya usaha pangkas rambut, meskipun pelanggan nya mudah didapat tetapi jika kita selip salah sedikit atau kurang rapi maka pelanggan tersebut tidak kembali jadi langganan, sudah pasti kapok.

Ada resiko dan penyebab yang mesti diminimalisir ketika kita menjalankan usaha jasa pangkas rambut.

Terkadang jago cukur akan salah memotong rambut pelanggan. Berikut Resiko dan penyebab usaha pangkas rambut sepi ditinggal Pelanggan

1. Teknik Buruk

Jago cukur kalau teknik mencukur nya kurang baik maka tidak akan ramai pelanggan yang datang, apalagi urusan kepala ada teknik yang baik bagaimana memperlakukan kepala orang.

Kalau asal tarik asal dorong tentu risih dan kurang sopan. ini penyebab usaha pangkas rambut sepi.

Resiko nya jika teknik pangkas buruk sudah pasti pelanggan merasa kapok dan tak akan datang kembali mencukur ditempat kita. 

Kita tahu kan tidak semua usaha pangkas rambut itu ditangani oleh yang ahli potong rambut, tetapi sebagian yang membuka usah ini secara otodidak.

2. Menempatkan Karyawan Training

Terkadang karena merasa Pangkas rambut nya ramai mulai deh nambah kursi dan nambah karyawan.

Padahal titik rawan pangkas rambut itu di karyawan cukur. Kebanyakan karyawan cukur yang baru tidak selektif, seperti masih training (Tahap Belajar) langsung di arahkan mencukur pelanggan.

Tentu kita tidak Sudi lagi datang mencukur rambut karena kesalahan tukang cukur yang bari training tersebut.

Sebaiknya jangan menempatkan karyawan cukur yang baru karena ini merusak pelanggan. Resikonya pamor usaha pangkas rambut kita jadi sepi.
 

3. Kurang Ramah

Memang tidak ada urusan ramah atau tidak pemilik usaha pangkas rambut, tetapi pelayanan yang baik adalah salah satu hal penting dalam melayani pelanggan.

Biasanya usaha pangkas rambut yang kurang ramah akan berdampak terhadap minat pelanggan, pasti ada pelanggan yang memperhatikan hal ini jika kita pandai melayani dengan baik tentu itu nilai plus tersendiri bagi usaha Pangkas rambut kita.

4. Lokasi Usaha

Sebaiknya lokasi usaha pangkas rambut harus berada di lokasi yang strategis, Misalnya di komplek mahasiswa atau area perbelanjaan seperti dekat pasar atau lapangan. Jika lokasi pangkas rambut startegis maka omset juga akan banyak.

5. Kebersihan
Kebersihan Pangkas rambut meliputi kursi dan lap / Sarung cukur. Terkadang kita lupa karena pelanggan sudah antri banyak kurang memperhatikan kebersihan.

Jika masih banyak rambut menempel tentu akan membuat pelanggan kapok dan tidak nyaman.

Kebersihan juga selesai pangkas rambut terutama bagian leher pelanggan harus bersih Usahakan jangan terkena pakaian. Kalau ini disiasati pasti pelanggan akan datang kembali.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel