Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

TERBARU ! 6 Perusahaan Unicorn di Indonesia

Dunia bisnis pada saat ini mulai mengalami kemajuan yang baik dan sangat pesat. Ini memunculkan banyaknya perusahaan baru atau dengan nama lain startup.

Di negara Indonesia sendiri juga banyak perusahaan startup yang tengah berkembang. Pasti kita juga tidak asing dengan istilah unicorn yang sering muncul belakangan ini.

Namun, mungkin istilah unicorn ini masih tampak asing di telinga masyarakat awam. Oleh karena itu kita akan membahas hal ini lebih lanjut guna menambah wawasan.

Istilah unicorn ini diambil dari spesies kuda putih. Dimana dalam mitologi bangsa barat diwujudkan dengan seekor kuda putih yang memiliki tanduk pada dahi.
Kenapa hewan unicorn dijadikan konteks sebuah perusahaan startup? Alasannya karena mempunyai kesamaan dengan perwujudan hewan itu sendiri. Yang mana mungkin terlihat mustahil jika sebuah perusahaan dapat mencapai nilai valuasi hingga USD$ 1 juta. 

Pasalnya, setiap perusahaan startup yang mendapat gelar unicorn ini biasanya memiliki nilai valuasi mencapai USD$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun.

Berikut ini adalah tiga contoh perusahaan unicorn di Indonesia yang mencapai
nilai valuasi mencapai 10 triliun rupiah lebih.

1. Perusahaan Traveloka

Perusahaan unicorn di Indonesia yang pertama adalah Traveloka. Perusahaan ini didirikan oleh oleh tiga orang founder, yaitu Ferry Unardi, Derianto Kusuma, serta Albert Zhang pada tahun 2012.

Traveloka adalah sebuah startup yang menyediakan jasa layanan tiket pesawat, kereta, hotel (penginapan), dan lainnya secara online.
Kemudian, traveloka dinobatkan masuk dalam daftar unicorn pada tahun 2017 setelah mendapatkan suntikan dana dari perusahaan Expedia mencapai USD$ 350 juta.

2. Perusahaan OVO

OVO merupakan salah satu perusahaan unicorn di Indonesia berupa dompet digital. Hal ini selain OVO banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia juga karena nilai valuasinya yang cukup besar.

Perusahaan startup ini dinaungi oleh Lippo Group dan sukses berkembang dengan cepat. Terlihat pada tahun 2019 lalu dimana OVO mengalami pertumbuhan jumlah pengguna hingga mencapai angka 400%.

3. Perusahaan JD.id

Perusahaan unicorn yang ketiga dan terbilang cukup baru ini adalah JD.id. Berdasarkan laporan sebuah situs bernama DailySocial, perusahaan startup ini mempunyai nilai valuasi mencapai 1 miliar dollar AS. Pertama kali JD.id beroperasi sebagai perusahaan di bidang e-commerce yakni pada tahun 2015 silam.
 
Hingga saat ini pada tahun 2021 JD.id telah menawarkan jasa layanan pengiriman sebanyak 365 kota di seluruh indonesia.

4. Bukalapak

Bukalapak merupakan perusahaan unicorn Indonesia yang bergerak dibidang teknologi yang memiliki bisnis utama yang hampir sama dengan Tokopedia yaitu marketplace. Pada 2020, valuasi Bukalapak diperkirakan mencapai US$2,5 miliar-US$3 miliar.

Didirikan pada 2010, Bukalapak telah melayani lebih dari 6 juta pelapak, 5 juta mitra Bukalapak, dan 90 juta pengguna aktif. Status Unicorn sendiri mulai disandang Bukalapak per 2017 lalu. Dengan mitra yang cukup banyak, Bukalapak juga dianggap punya peran penting dalam mendukung iklim UMKM nasional.

5. J&T Express

Perusahaan terbaru yang mendapatkan status unicorn adalah J&T Express. Perusahaan yang didirikan oleh mantan eksekutif Oppo yaitu Jet Lee dan Tony Chen itu bergerak di bidang ekspedisi dan logistik.

Masuknya J&T Express dalam jajaran unicorn di Tanah Air dirilis oleh firma riset CBInsight yang menyebutkan valuasi perusahaan ini sebesar US$7,8 miliar setara dengan Rp 113,5 triliun per April 2021.